Kamis, 19 Maret 2020

Tugas Perkembangan Peserta Didik

NAMA : AINUL FARAH
NIM : 2031719020
PRODI : PENDIDIKAN MATEMATIKA
SEMESTER : 2
MATKUL : PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

1. Mengapa teori psikoanalisis sangat mementingkan pengaruh perkembangan pada masa awal kehidupan untuk perkembangan masa selanjutnya?
Jawab: Karena dalam teori psikoanalisis, Sigmund Freud berasumsi bahwa energi penggerak awal perilaku manusia berasal dari dalam diri manusia yang terletak jauh di alam bawah sadar. Kehidupan jiwa memiliki tiga tingkatan kesadaran yakni sadar, prasadar, dan tak sadar. Sedangkan ketidaksadaran itu berisi insting, impuls, dan drivers yang dibawa dari lahir, dan pengalaman-pengalaman traumatis (biasanya pada masa kanak-kanak) ditekan oleh kesadaran sehingga berpindah ke daerah ketidaksadaran. Sehingga pada teori ini, pengelolaan perkembangan pada masa awal kehidupan sangat diperhatikan untuk persiapan masa selanjutnya.

2. Bagaimanakah peran dari kajian Teori perkembangan kognitif bagi pembelajaran di sekolah?
Jawab: Peran kajian teori perkembangan kognitif bagi pembelajaran di sekolah antara lain:
1). Strategi dimana siswa menggunakan kontrol dan pengawasan dalam proses memperoleh pengetahuan yang dimilikinya.
2). Usaha yang digunakan dalam pembelajaran dan proses pemikiran.
3). Cara mental yang mengarah pada kreativitas, inspirasi, dan menemukan kebiasaan perilaku pada individu dalam bekerja menjalin informasi dan pemecahan masalah pada setiap individu.
4). Cara mental dalam proses pemecahan dan penilaian informasi.

3. Bandingkan berbagai macam pokok teori perkembangan yang menurut Anda lebih komprehensif dalam memandang perkembangan individu. Jelaskan dan beri contoh!
Jawab : Menurut saya, teori perkembangan yang lebih komprehensif dalam memandang perkembangan individu adalah teori psikoanalisis karena teori ini merupakan teori yang berusaha untuk menjelaskan hakikat dan perkembangan kepribadian manusia. Teori ini mengasumsikan bahwa kepribadian berkembang ketika terjadi konflik-konflik dari aspek-aspek psikologis tersebut, yang pada umumnya terjadi pada anak-anak atau usia dini. Contoh: ketika masih bayi, ketika lapar mereka hanya mampu membayangkan makanan saja. Namun ketika dewasa mereka telah mampu mengikuti prinsip realita dengan cara mencari penyelesaian permasalahan yang mereka hadapi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar