UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
MAKALAH
Dosen pembimbing :
Firda Hariyanti, M.Pd.
Disusun oleh :
Firman Maulana ( NIM : 2031719001 )
Hulaima ( NIM : 2031719029 )
Mudrika ( NIM : 2031719027 )
INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS NAHDLATUL ULAMA PASURUAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
Pasuruan, Mei 2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Perkembangan masa kanak-kanak akhir” ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Perkembangan Peserta Didik. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Kami menyadari, makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini.
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman judul . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
Kata Pengantar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3
BAB I
PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4
A. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4
B. Rumusan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4
C. Tujuan Penulisan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
BAB II
PEMBAHASAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .6
1. Pengertian Masa kanak-kanak akhir . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6
2. Ciri-ciri masa kanak-kanak akhir . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6
3. Tugas perkembangan masa kanak-kanak akhir . . . . . . . . . . . . . 8
4. Aspek perkembangan masa kanak-kanak akhir . . . . . . . . . . . . . 9
5. Perkembangan minat dan kegiatan bermain . . . . . . . . . . . . . . . 17
BAB III
PENUTUP . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19
A. Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19
B. Saran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19
DAFTAR PUSTAKA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 20
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Perkembangan masa akhir kanak-kanak merupakan kelanjutan dalam masa awal anak-anak. Masa akhir kanak-kanak berjalan dari usia 6-7 tahun kemudian masuk ke masa pubertas dan masa remaja awal yang berkisar pada usia 11-13 tahun. Permulaan masa akhir kanak-kanak ini ditandai dengan masuknya anak ke jenjang sekolah dasar. Bagi sebagian besar anak, hal ini merupakan perubahan yang besar dalam kehidupannya. Karena, masuk kelas satu sekolah dasar merupakan peristiwa yang penting bagi anak yang dapat mengakibatkan terjadinya perubahan dalam sikap, nilai, dan perilaku.
Seorang anak bisa dikatakan matang untuk bersekolah apabila anak tersebut telah mencapai kematangan (fisik, intelektual, moral, dan sosial). Matang secara fisik yaitu, apabila anak telah menuruti secara jasmaniah tata sekolah. Matang secara intelektual yaitu, apabila anak telah sanggup menerima pelajaran secara sistematis, terus-menerus, dapat menyimpannya dan nantinya dapat memproduksi pelajaran tersebut. Matang secara moral apabila anak telah sanggup menerima pelajaran moral, serta telah sanggup untuk melaksanakannya. Dan memiliki rasa tanggung jawab untuk melaksanakan peraturan sekolah dengan sebaik-baiknya. Matang secara sosial, artinya apabila anak telah sanggup hidup menyesuaikan diri dengan masyarakat sekolah.
Akhir masa kanak-kanak secara tepat dapat diketahui, tetapi tidak dapat mengetahui secara tepat kapan periode ini berakhir karena kematangan seksual. Yakni ciri yang digunakan untuk memisahkan masa kanak-kanak dengan masa remaja tidak selalu pada usia yang sama. Hal ini disebabkan perbedaan dalam tingkat kematangan seksual anak laki-laki dan anak perempuan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian masa kanak -kanak akhir ?
2. Apa saja ciri-ciri perkembangan masa kanak-kanak akhir ?
3. Bagaimana tugas perkembangan masa kanak-kanak akhir ?
4. Bagaimana Perkembangan masa kanak-kanak akhir berdasarkan Aspek perkembangan?
5. Apa saja minat dan kegiatan masa kana-kanak akhir ?
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian masa kanak-kanak akhir
2. Mengetahui ciri-ciri masa kanak-kanak akhir
3. Mengetahui tugas perkembangan akhir masa kanak-kanak
4. Mengetahui perkembangan masa kanak-kanak akhir
5. Mengetahui minat dan kegiatan masa kana-kanak akhir
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Masa Kanak – Kanak Akhir
Masa anak akhir (Late childhood) berlangsung pada usia 6 tahun hingga tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Pada masa awal dan masa akhir anak-anak ditandai oleh kondisi yang sangat mempengaruhi perkembangan sosial anak. Masa ini merupakan tahap terpenting bagi anak-anak untuk mengembangkan aspek-aspek yang ada pada dirinya seperti aspek afektif, kognitif, psikomotorik, maupun aspek psikososial untuk menyongsong ke masa remaja.
Permulaan masa ana akhir ditandai dengan masuknya anak ke kelas satu Sekolah Dasar. Bagi sebagian besar anak, hal ini merupakan perubahan besar dalam pola kehidupannya, juga bagi yang pernah mengalami situasi Pra Sekolah. Sementara untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dan harapan bagi sebagian anak terasa sulit, karena kebanyakan anak berada dalam keadaan tidak seimbang, anak mengalami gangguan emosional, sehingga sulit untuk dapat bekerja sama. Oleh karena itu, masuk kelas satu merupakan peristiwa penting yang sangat menentukan bagi perkembangan sosialnya sehingga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, prilaku dan nilai bagi anak.
Tibanya masa anak akhir sulit untuk diketahui secara tepat kapan periode ini berakhir, karena kematangan seksual sebagai kriteria yang digunakan untuk memisahkan masa anak-anak dan pubertas timbulnya tidak selalu sama pada setiap anak. Salah satu penyebabnya adalah karena perbedaan kematangan seksual. Secara umum anak perempuan masa anak akhir berlangsung antara usia 6 - 13 tahun, artinya memiliki rentang waktunya sekitar 7 tahun. Sedangkan bagi anak laki-laki berlangsung antara 6 – 16 tahun yang berarti memiliki rentang waktu sekitar 8 tahun.
2. Ciri-ciri masa kanak-kanak akhir
Masa kanak-kanak akhir berlangsung pada usia sekitar 6 sampai 12 tahun, dengan ciri-ciri sebagaimana digambarkan oleh para orang tua, para guru, dan para psikolog (Hurlock, 1997 : 146 – 148), sebagai berikut :
a. Label yang digunakan oleh orang tua.
Bagi sebagian orang tua masa kanak-kanak merupakan usia yang menyulitkan sesuatu masa dimana anak tidak mau menuruti perintah dan dimana lebih banyak dipengaruhi oleh teman-teman sebaya dari pada orang tua dan anggota keluarga lain. Dalam keluarga yang terdiri dari anak laki-laki dan perempuan, sudah jamak bila anak laki-laki mengejek saudara perempuannya kalau anak perempuan membalas terjadinya pertengkaran dalam bentuk maki-makian atau serangan fisik. Masa kanak-kanak akhir juga merupakan usia tidak rapih, terutama untuk anak laki-laki yaitu cenderung acuh terhadap penampilan dan kamar yang berantakan, serta usia bertengkar, karena kerap terjadi pertengkaran yang membuat suasana rumah kurang menyenangkan.
b. Label yang digunakan oleh para pendidik.
Para pendidik melabelkan masa kanak-kanak dengan usia sekolah dasar. Para pendidik juga memandang periode ini sebagai periode kritis dalam dorongan berprestasi suatu masa dimana anak-anak membentuk kebiasaan untuk mencapai sukses, tidak sukses, atau sangat sukses. Sekali terbentuk kebiasaan untuk bekerja di bawah, diatas atau sesuai dengan kemampuan cenderung menetap sampai dewasa.
c. Label yang digunakan ahli psikologi.
Bagi ahli psikologi, akhir masa kanak-kanak adalah usia berkelompok suatu masa dimana perhatian utama anak tertuju pada keinginan yang diterima oleh teman-teman sebaya sebagai anggota kelompok, terutama kelompok yang bergengsi dalam pandangan teman-temanya.
Bagi ahli psikologi, masa anak akhir adalah :
a.) usia berkelompok, yaitu keinginan untuk diterima oleh teman-teman sebayanya sebagai anggota kelompok
b.) usia penyesuaian diri, yaitu keinginan anak untuk menyesuaikan diri dengan peraturan atau standar yang sudah disetujui oleh kelompoknya
c.) usia kreatif, masa yang menentukan apakah anak akan menjadi konformis, pencipta sesuatu yang baru dan orisinil, serta kreatif atau sebaliknya.
d.) usia bermain, masa terjadinya tumpang tindih antara ciri bermain anak-anak yang lebih muda dengan anak-anak remaja sehingga memunculkan luasnya minat dan kegiatan bermain.
3. Tugas Perkembangan Masa Kanak-Kanak Akhir
Tugas perkembangan adalah kemampuan yang harus dikuasai oleh individu sesuai dengan tahap perkembangannya yang sedang dijalaninya. Tugas perkembangan disebut juga sebagai harapan sosial, yaitu ekspektasi atau harapan masyarakat pada individu untuk menampilkan tingkah laku tertentu adan menguasai keterampilan tertentu yang pada umumnya dikuasai oleh anak seusianya.
Kegagalan dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangan menyebabkan pola-pola perilaku yang tidak matang sehingga sulit diterima oleh teman-temannya yang telah menguasai tugas-tugas perkembangan tersebut.
Dalam periode anak akhir, untuk memperoleh tempat di dalam kelompok sosial, anak harus mampu menyelesaikan berbagai tugas dalam perkembangan. Kegagalan dalam pelaksanaannya mengakibatkan pola prilaku yang tidak matang, sehingga sulit diterima oleh kelompok teman-temannya dan tidak mampu menyamai teman-teman sebayanya yang sudah menguasai tugas-tugas perkembangan tersebut.
Penguasaan tugas –tugas perkembangan tidak lagi sepenuhnya menjadi tanggung jawab orangtua seperti tahun-tahun prasekolah, namun penguasaan ini juga menjadi tanggung jawab guru-guru serta sebagian kecil menjadi tanggung jawab kelompok teman-temannya. Berikut adalah beberapa tugas perkembangan periode anak akhir :
a. Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk bermain
b. Belajar menyesuaikan diri dengan teman seusianya
c. Mulai mengembangkan peran sosial laki-laki dan perempuan dengan tepat
d. Mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar untuk menulis, membaca, dan berhitung
e. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari
f. Mengembangkan hati nurani, pengetian moral dan tata nilai
g. Mengembangkan sikap terhadap kelompok sosial dan lembaga
h. Belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi
i. Belajar membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk biologis
4. Aspek-aspek Perkembangan Masa Kanak-kanak Akhir
a) Perkembangan Fisik
Perkembangan fisik merupakan proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Setiap gerakan yang dilakukan anak merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Perkembangan fisik ini terdiri dari :
• Tinggi
Kenaikan tinggi pertahun adalah 2 sampai 3 inchi. Rata-rata anak perempuan sebelas tahun mempunyai tinggi badan 58 inchi dan anak laki-laki 57,5 inchi.
• Berat
Kenaikan berat lebih bervariasi daripada kenaikan tinggi, berkisar antara 3-5 pon per tahun. Rata-rata anak perempuan sebelas tahun mempunyai berat 88,5 pon dan anak laki-laki 85,5 pon.
• Perbandingan tubuh
Beberapa perbandingan wajah yang kurang baik menghilang dengan bertambah besarnya mulut dan rahang, dahi melebar dan merata, bibir semakin berisi, hidung menjadi lebih besar dan lebih berbentuk. Badan memanjang dan menjadi lebih langsing, leher menjadi lebih panjang, dada melebar, perut tidak buncit, lengan dan tungkai memanjang, dan tangan dan kaki dengan lambat tumbuh membesar.
• Kesederhanaan
Pebandingan tubuh yang kurang baik yang sangat mencolok pada masa akhir kanak-kanak menyebabkan meningkatnya kesederhanaan pada saat ini. Disamping itu, kurangnya perhatian terhadap penampilan dan kecenderungan untuk berpakaian seperti teman-teman tanpa memperdulikan pantas tidaknya, juga menambah kesederhanaan.
• Perbandingan otot lemak
Selama akhir masa kanak-kanak, jaringan lemak berkembang lebih cepat daripada jaringan otot yang perkembangannya baru mulai melejit pada awal pubertas. Anak yang berbentuk endomorfik jaringan lemaknya jauh lebih banyak daripada jaringan otot sedangkan pada tubuh mesomorfik keadaanya terbalik. Pada bentuk tubuh ektomorfik tidak terdapat jaringan yang melebihi jaringan lainnya sehingga cenderung tampak kurus.
• Gigi
Pada permulaan pubertas, umumnya seorang anak sudah mempunyai 22 buah gigi tetap. Keempat gigi terakhir, muncul selama masa remaja. Peningkatan didalam pertumbuhan dan perkembangan motorik yang muncul pada anak-anak usia sekolah, perkembangan fisik pada kanak-kanak tengah tidak secepat pada masa awal. Perbedaan yang besar muncul pada tinggi dan berat.
b) Perkembangan Kognitif
Menurut Piaget, masa kanak-kanak akhir berbeda dalam tahap operasi konkret dalam berpikir (usia 7-12 tahun), dimana konsep yang pada awal masa kanak-kanak merupakan konsep yang samar-samar dan tidak jelas. Anak menggunakan operasi mental untuk memecahkan masalah-masalah yang aktual, anak mampu menggunakan kemampuan mentalnya untuk memecahkan masalah yang bersifat konkret. Kini anak mampu berpikir logis meski masih terbatas pada situasi sekarang.
Masa kanak-kanak akhir menurut Piaget tergolong pada masa operasi konkret dimana anak berpikir logis terhadap objek yang konkret. Berkurang rasa egonya dan mulai bersikap sosial. Terjadi peningkatan pemeliharaan, misalnya mulai mau memelihara alat permainannya. Mengelompokkan benda-benda yang sama. Memperhatikan dan menerima pandangan orang lain. Materi pembicaraan lebih ditujukan kepada lingkungan sosial, tidak pada dirinya sendiri. Berkembang pengertian tentang jumlah, panjang, luas dan besar.
Pada masa ini anak dapat melakukan banyak pekerjaan pada tingkat yang lebih tinggi dari pada yang dapat mereka lakukan pada masa sebelumnya. Pemahamannya tentang konsep ruangan, kausalitas, kategorisasi, konversi dan penjumlahan lebih baik. Anak usia 6 atau 7 tahun dapat dipercaya menemukan jalan dari dan ke sekolah. Mereka mempunyai ide yang lebih baik tentang jarak dari satu tempat ke tempat lain, lama waktu tempuhnya, dan dapat mengingat rute dan tanda-tanda jalan.
Keputusan tentang sebab akibat akan meningkat. Anak berinisiatif menggunakan strategi untuk penambahan, dengan menggunakan jari-jari atau dengan benda lainnya. Mereka juga dapat memecahkan soal cerita yang bersifat sederhana. Kemampuan mengategorisasi membantu anak untuk berpikir logis. Menurut Piaget, anak-anak dalam tahapan operasi konkret berpikir induktif, yaitu dimulai dengan observasi seputar gejala atau hal yang khusus dari suatu kelompok masyarakat, binatang, objek, atau kejadian, kemudian menarik kesimpulan. Misalnya anjing Tono menggonggong, anjing Susi menggonggong, anjing budi menggonggong, jadi semua anjing menggonggong.
Perkembangan kognitif menggambarkan bagaimana kemampuan berpikir anak berkembang dan berfungsi. Kemampuan berpikir anak berkembang dari tingkat yang sederhana dan konkret ke tingkat yang lebih rumit dan abstrak. Pada masa ini anak juga dapat memecahkan masalah-masalah yang bersifat konkret. Anak mengetahui volume suatu benda padat atau cair meskipun ditempatkan pada tempat yang berbeda bentuknya. Berkurang rasa egonya dan mulai bersifat sosial. Terjadi peningkatan dalam hal pemeliharaan, misalnya mulai memelihara alat permainannya.
Mengerti perubahan-perubahan dan proses dari kejadian-kejadian yang lebih kompleks serta saling hubungannya. Mereka memiliki pengertian yang lebih baik tentang konsep ruang, sebab akibat, kategorisasi, konservasi, dan tentang jumlah. Anak mulai memahami jarak dari satu tempat ke tempat lain, memahami hubungan antara sebab dan akibat yang ditimbulkan, mengelompokkan benda berdasarkan kriteria tertentu, dan menghitung. Guru diharapkan membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikirnya.
Kemampuan berpikir ditandai dengan adanya aktivitas – aktivitas mental seperti mengingat, memahami dan memecahkan masalah. Pengalaman hidupnya memberikan andil dalam mempertajam konsep. Anak sudah lebih mampu berpikir, belajar, mengingat, dan berkomunikasi, karena proses kognitifnya tidak lagi egosentrisme, dan lebih logis. Anak mampu mengklasifikasikan dan mengurutkan suatu benda berdasarkan ciri – ciri suatu objek. Mengelompokkan benda – benda yang sama ke dalam dua atau lebih kelompok yang berbeda. Misalnya mengelompokkan buku berdasarkan warna maupun ukuran buku.
c) Perkembangan Bahasa
Kemampuan bahasa terus tumbuh pada masa ini. Anak lebih baik kemampuannya dalam memahami dan menginterpretasikan komunikasi lisan dan tulisan. Pada masa ini perkembangan bahasa tampak pada perubahan perbendaharaan kata dan tata bahasa.
Bersamaan dengan pertumbuhan perbendaharaan kata selama masa sekolah, anak –anak semakin banyak menggunakan kata kerja yang tepat untuk menjelaskan satu tindakan seperti memukul, melempar, menendang atau menampar. Maka belajar tidak hanya untuk menggunakan banyak kata lagi, tetapi juga memilih kata yang tepat untuk penggunaan tertentu. Area utama dalam pertumbuhan bahasa adalah pragmatis, yaitu pengguna praktis dari bahasa untuk komunikasi. Anak kelas satu merespons pertanyaan orang dewasa dengan jawaban yang lebih sederhana, jawaban pendek. Sebagian besar anak usia 6 tahun sudah dapat menceritakan kembali satu bagian pendek dari buku, film, atau pertunjukan televisi.
Belajar membaca dan menulis membebaskan anak-anak dari keterbatasan untuk berkomunikasi langsung. Menulis merupakan tugas yang dirasa lebih sulit daripada membaca bagi anak. Cara belajar menulis dilakukan setahap demi setahap dengan latihan dan seiring dengan perkembangan membaca. Membaca memilik peran penting dalam pengembangan bahasa. Pada masa ini perubahan terjadi dalam hal anak berpikir tentang kata-kata. Mereka menjadi kurang terikat dengan kegiatan dan dimensi pengamatan yang berhubungan dengan kata, dan menjadi lebih analitis dalam hal penggunaan kata-kata. Misalnya : bila anak diminta menyebut sebuah benda yang berhubungan dengan kata yang didengar, misalnya anjing, maka anak akan merespons dengan satu kata yang menunjukkan penampilannya seperti : hitam, besar, atau kepada kegiatan yang berhubungan dengan anjing seperti : duduk, gonggongan anjing.
Anak yang lebih tua lebih sering merespons anjing dengan menghubungkannya dengan kategori binatang yang dekat atau menyukai seperti kucing. Meningkatnya kemampuan menganalisis kata membantunya untuk mengerti yang tidak secara langsung berhubungan dengan pengalaman pribadinya. Anak bisa membedakan antara saudara kandung dengan saudara sepupu, desa dengan kota dan sebagainya.
Demikian juga peningkatan dalam tata bahasa. Anak bisa membandingkan, sehingga bisa mengatakan lebih pendek, lebih dalam dan sering bersifat subjektif. Anak biasanya menggunakan berbagai aturan dalam tata bahasa.
d) Perkembangan Moral
Perkembangan moral ditandai dengan kemampuan anak untuk memahami aturan, norma dan etika yang berlaku di masyarakat. Perkembangan moral terlihat dari perilaku moralnya di masyarakat yang menunjukkan kesesuaian dengan nilai dan norma di masyarakat. Perilaku moral ini banyak dipengaruhi oleh pola asuh orang tua serta perilaku moral orang-orang di sekitarnya. Perkembangan moral ini juga tidak terlepas dari perkembangan kognitif dan emosi anak.
.Menurut Piaget, antara usia 5-12 tahun konsep anak mengenai keadilan sudah berubah. Pengertian yang kaku tentang benar dan salah yang telah dipelajari dari orang tua menjadi berubah. Piaget menyatakan bahwa relativisme moral menggantikan moral yang kaku. Misalnya : bagi anak usia 5 tahun, berbohong adalah hal yang buruk, tetapi bagi anak yang lebih besar sadar bahwa dalam beberapa situasi, berbohong adalah dibenarkan dan oleh karenanya berbohong tidak terlalu buruk. Piaget berpendapat bahwa anak yang lebih muda ditandai dengan moral yang heteronomous sedangkan anak pada usia 10 tahun mereka sudah bergerak ke tingkat yang lebih tinggi yang disebut moralitas autonomus.
Kohlberg memperluas teori Piaget dan menyebut tingkat kedua dari perkembangan moral masa ini sebagai tingkat moralitas dari aturan-aturan dan penyesuaian konvensional. Dalam tahap pertama dari tingkat ini oleh Kohlberg disebut moralitas anak baik, anak mengikuti peraturan untuk mengambil hati orang lain dan untuk mempertahankan hubungan-hubungan yang baik. Dalam tahap yang kedua Kohlberg menyatakan bahwa bila kelompok sosial menerima peraturan-peraturan yang sesuai bagi semua anggota kelompok, ia harus menyesuaikan diri dengan peraturan untuk menghindari penolakan kelompok dan celaan.
Kohlberg menyatakan adanya 6 tahap perkembangan moral. Enam tahap tersebut terjadi pada tiga tingkatan, yakni tingkatan : (1) prakonvensional (2) konvensional (3) pasca konvensional. Pada tahap prakonvensional, anak peka terhadap peraturan-peraturan yang berlatarbelakang budaya dan terhadap penilaian baik buruk, benar-salah tetapi anak mengartikannya dari sudut akibat fisik suatu tindakan. Pada tahap konvensional, memenuhi harapan-harapan keluarga, kelompok atau agama dianggap sebagai suatu yang berharga pada dirinya sendiri, anak tidak peduli apa pun akan akibat-akibat langsung yang terjadi. Sikap yang tampak pada tahap ini terlihat dari sikap ingin loyal, ingin menjaga, menunjang dan memberi justifikasi pada ketertiban. Pada tahap pasca konvensional, ditandai dengan adanya
yang jelas untuk mengartikan nilai-nilai moral dan prinsip-prinsip yang sahih serta dapat dilaksanakan, lepas dari otoritas kelompok atau orang yang memegang prinsip-prinsip tersebut terlepas apakah individu yang bersangkutan termasuk kelompok itu atau tidak.
Pengembangan moral termasuk nilai-nilai agama merupakan hal yang sangat penting dalam membentuk sikap dan kepribadian anak. Misalnya : mengenalkan anak pada nilai-nilai agama dan memberikan pengarahan terhadap anak tentang hal-hal yang terpuji dan tercela.
e) Perkembangan Sosial
Perkembangan sosial tak dapat dipisahkan dengan perkembangan emosi, yang sering disebut sebagai perkembangan tingkah laku sosial. Sejak lahir anak dipengaruhi oleh lingkungan sosial di mana ia berada secara terus-menerus.
• Kegiatan bermain
Bermain sangat penting bagi perkembangan fisik, psikis, dan sosial anak. Dengan bermain anak berinteraksi dengan teman main yang banyak memberikan sebagai pengalaman berharga. Bermain secara berkelompok memberikan peluang dan pelajaran kepada anak untuk berinteraksi dan bertenggang rasa dengan sesama teman. Permainan yang disukai anak cenderung kegiatan bermain yang dilakukan secara berkelompok, kecuali bagi anak-anak yang kurang diterima dikelompoknya dan cenderung memilih bermain sendiri.
• Teman sebaya
Teman sebaya pada umumnya adalah teman sekolah dan atau teman bermain di luar sekolah. Pengaruh teman sebaya sangat besar bagi arah perkembangan sosial anak baik yang bersifat positif maupun negatif. Keinginan anak untuk diterima dalam kelompoknya sangat besar. Anak berusaha agar teman-teman dikelompoknya menyukai dirinya. Menurut Sanlock bahwa anak sering berpikir: Apa yang bisa aku lakukan agar semua teman menyukaiku? Apa yang salah padaku? Mereka berupaya agar mendapat simpati dari teman-temannya, bahkan ingin menjadi anak yang paling populer di kelompoknya.
Wentzal dan Asher menyatakan para pakar perkembangan membedakan 3 tipe anak yang tidak populer, yaitu:
1) Anak yang diabaikan (neglected children): yaitu anak yang jarang dinominasikan sebagai teman terbaik tetapi bukan tidak disukai oleh teman-teman di kelompoknya. Anak ini biasanya tidak memiliki teman bermain yang akrab, tetapi mereka tidak dibenci atau ditolak oleh teman sebayanya.
2) Anak yang ditolak (rejected children): yaitu anak yang jarang dinominasikan oleh seseorang sebagai teman terbaik dan tidak disukai oleh kelompoknya, karena biasanya anak yang ditolak adalah anak yang agresif, sok kuasa, dan suka mengganggu. Anak ini biasanya mengalami problem penyesuaian diri yang serius dimasa dewasa.
3) Anak yang kontroversi (controversial chidren) adalah anak yang sering dinominasikan keduanya yaitu baik sebagai teman terbaik dan sebagai teman yang tidak disukai.
f) Anak di sekolah
Sekolah merupakan pengalaman formatik utama, memengaruhi setiap aspek perkembangan. Di sekolah, anak-anak memperoleh berbagai pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi sosial, memperluas tubuh dan pikiran, serta mempersiapkan untuk kehidupan dewasa. Pengalaman awal sekolah merupakan hal yang kritis dalam mempersiapkan keberhasilan atau kegagalan masa depan.
Bakat di ukur dan di kembangkan dengan program pendidikan khusus untuk anak berbakat menekankan pada pengayaan dan ekselerasi. Kreatif dan IQ tidak terkaut erat. Berbagai tes kreatifitas berupaya mengukur pemikiran divergen, tetapi validitas mereka di pertanyakan. IQ 130 atau lebih merupakan standar umum untuk mengidentifikasi anak-anak berbakat. Efinisi yang lebih luas mencakup kreatifitas, bakat di bidang seni dan atribut lain serta bergantung pada kriteria majemuk untuk identifikasi.
g) Pendekatan psikometrik
Berdasarkan tes kecerdasan psikometrik untuk anak usia sekolah dapat di administrasikan kepada kelompok, seperti seluruh kelas atau secara perorangan. Satu tes kelompok yang terkenal, otis-lennon school ability test, memiliki tingkat untuk taman kanak-kanak sampai kelas XII (SMP). Tes perorangan yang paling luas penggunaanya adalah Wechsler intelligence scale for children (WISC-III). Tes ini di peruntukkan bagi usia 6-16 tahun, mengukur berbagai kemampuan verbal dan kinerja, menghasilkan skor-skor yang terpisah untuk tiap-tiap subtesnya, dan juga skor keseluruhan.
Keakuratan kecerdasan anak-anak usia sekolah dapat di ukur melalui berbagai tes IQ merupakan peramal yang cukup baik untuk keberhasilan sekolah, tetapi mungkin tidak adil bagi beberapa anak. Perbedaan dalam IQ di antara berbagai kelompok etnis terlihat sebagai hasil dari factor social, ekonomi dan perbedaan lingkungan lainnya.
Menurut teori triarchic Robert Sternberg, berbagai tes IQ mengukur utama elemen kecerdasan komponencial, bukan elemen experiential dan konterkstual. Berbagai teks iQ hanya menyentuh tiga kecerdasan dalam teori kecerdasan majemuk dari forward gardner. Kemampuan berkomunikasi dan kemampuan baca tulis berkembang masa kana-kanak ialah penggunaan kosa kata, tata bahasa, dan sintaks menjadi lebih baik, tetapi bidang linguistic utama yang tumbuh adalah prakmatik.
h) Peningkatan Pemrosesan Informasi
Sebagaimana anak-anak berpindah menuju tahun-tahun sekolah, maka membuat kemajuan yang stabil di dalam kemampuan mereka untuk memprose dan mempertahankan informasi. Pemrosesan yang makin cepat, makin efisien meningkatkan jumlah informasi yang bias di simpan anak didalam ingatan kerja, agar memungkinkannya untuk bisa mengingat kembali denga lebih baik dan berpikir pada tingkat yang lebih rumit (flavell et al., 2002). Sebagaimana pengetahuan mereka meluas, mereka menjadi lebih sadar informasi jenis apa saja yang penting untuk di perhatikan dan diingat.
Peningkatan didalam ingatan dan berbagai keterampilan pemrosesan informasi lain yang muncul selama masa kanak-kanak tengah dengan waktu reaksi, kecepatan memproses, metamemori, metakognisis perhatian selektid, dan penggunan berbagai strategi mnemonic meningkat selama masa-masa sekolah.
i) Perkembangan dan peningkatan neurologis dalam pemrosesan
Piaget menegaskan bahwa peralihan dari cara berpikir yang kaku dan tidak logis ke anak kecil ke cara berpikir fleksibel dan logis pada anak yang lebih tua bergantung pada baiknya perkembangan neurologis dan pengalaman dalam beradaptasi dengan lingkungan. Penelitian lintas budaya mendukung kamajuan dari fikiran pra operasional ke operasional (broude, 1995; gardiner & kosmitzki, 1993) memberi dukungan pada pengaruh neurologis. Dukungan tambahan datang dari pengukuran kulit kepala dari aktivitas otak selama tugas konserpasi anak-anak yang telah mencapai konserpasi isi memiliki pola gelombang otak yang berbeda dari mereka yang belum mencapainya, menunjukkan bahwa mereka bias menggunakan wilayah otak yang berbeda untuk tugas tersebut. informasi dan ingatan memberikan kontribusi terhadap kecepatan perkembangan keterampilan pada tahap ini.
j) Perkembangan Emosi
• Pola emosi yang umum pada akhir masa kanak-kanak
Pola emosi yang umum pada akhir masa kanak-kanak sama dengan pada awal masa kanak-kanak. Perbadaannya terletak pada jenis situasi yang membangkitkan emosi dan bentuk ungkapannya.
• Periode meningginya emosi
Pada akhir masa kanak-kanak, ada waktu dimana anak sering mengalami emosi yang hebat. Karena emosi cenderung kurang menyenangkan, maka dalam periode ini meningginya emosi menjadi periode ketidakseimbangan, yaitu saat dimana anak menjadi sulit dihadapi.
Meningkatnya emosi pada akhir masa kanak-kanak dapat disebabkan karena keadaan fisik atau lingkungan.Keadaan lingkungan yang menyebabkan meningginya emosi juga beragam dan serius. Namun pada umumnya akhir masa kanak-kanak merupakan periode yang relative tenang yang berlangsung sampai mulainya masa puber.
5.Perkembangan Minat dan Kegiatan Bermain
Selama akhir kanak-kanak baik anak laki-laki maupun anak perempuan sangat sadar akan kesesuaian jenis permainan dengan kelompok seksnya. Oleh karena itu, ia menghindari kegiatan bermain yang dianggap tidak sesuai untuk kelompok seksnya, tanpa memperhatikan kesenangan pribadi.
Anak cerdas, terutama bila bertambah besar, lebih banyak bermain sendiri daripada bermain yang bersifat sosial dan hanya sedikit mengikuti kegiatan yang melibatkan permainan fisik yang berat daripada anak yang tidak terlampau cerdas.Jenis lingkungan di mana anak hidup juga menentukan ada tidaknya kesempatan untuk bermain.
Terlepas dari perbedaan ini, bagi sebagian besar anak bermain menjadi kurang aktif dengan berjalannya masa kanak-kanak, dan hiburan-hiburan seperti televisi radio, film, dan bacaan semakin bertambah popular.Perubahan ini sebagian disebabkan bertambahnya pekerjaan rumah dan sebagian lagi disebabkan bertambah banyaknya tugas-tugas di rumah.
1) Bermain Konstruktif
Membuat sesuatu hanya untuk bersenang-senang saja, tanpa memikirkan manfaatnya merupakan bentuk permainan yang popular diantara anak laki-laki, sedangkan anak perempuan lebih menyukai jenis konstruktif yang lebih halus seperti menjahit, menggambar, melukis, membentuk tanah liat dan membuat perhiasan.
2) Menjelajah
Seperti anak yang lebih muda,anak yang lebih besar senang memuaskan keingintahuan tentang hal-hal baru yang berbeda dengan menjelajahinya. Tetapi berbeda dengan anak yang lebih muda, anak yang lebih besar tidak puas dengan menjelajah mainan dengan benda-benda di sekitar lingkungannya. Anak-anak ingin menjelajah lebih jauh dari lingkungan rumah dan lingkungan tetangga dan menjelajah daerah-daerah baru.
3) Mengumpulkan
Mengumpulkan sebagai suatu bentuk bermain, meningkat dengan berjalannya masa kanak-kanak, karena kegiatan mengumpulkan berfungsi sebagai sumber iri hati dan gengsi diantara teman-teman dan juga memberikan kesenangan bagi kolektor.
4) Permainan dan Olahraga
Anak yang lebih besar tidak puas lagi memainkan jenis permainan yang sederhana dan tidak terdiferensiasi, yang merupakan permainan awal masa kanak-kanak. Ia ingin memainkan permainan anak yang lebih besar,seperti bola basket, sepak bola, baseball dan hockey. Pada anak berusia 10 tahun, permainannya terutama bersifat persaingan,dengan pokok perhatian pada keterampilan dan keunggulan dan tidak semata-mata pada kegembiraan.
5) Hiburan
Beberapa hiburan yang digemari pada akhir masa kanak-kanak diantaranya membaca,menonton film, radio dan televisi,dan berimajinasi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam masa perkembangan kanak-kanak akhir anak sudah mengalami banyak kemajuan dibandingkan dengan masa sebelumnya. Dalam aspek perkembangan kognitif anak sudah lebih mampu berpikir, belajar, mengingat, dan berkomunikasi, karena proses kognitifnya sudah tidak lagi egosentrisme, dan lebih logis. Kemudian dalam aspek perkembangan emosinya, dalam usia ini anak sudah mulai menyadari bahwa pengungkapan emosi secara kasar tidaklah diterima di masyarakat. Oleh karena itu, dia mulai belajar untuk mengendalikan dan mengontrol ekspresi emosinya.
Sedangkan perkembangan dalam aspek bahasa, usia SD merupakan masa berkembang pesatnya kemampuan mengenal dan menguasai perbendaharaan kata (vocabulary). Mereka juga mulai menyadari bahwa berbicara merupakan sarana penting untuk memperoleh tempat di dalam kelompok.
B. Saran
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurang nya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar di masa yang akan datang kami dapat membuat karya yang lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
http://khuzmayudi.blogspot.com/2013/03/masa-kanak-kanak-akhir.html?m=1
http://aalsaprialman-longlife-education.blogspot.com/2012/10/perkembangan-masa-kanak-kanak-akhir.html?m=1
www.jurnal.ar-raniry.ac.id