PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
Dosen Pembimbing:Firda Hariyanti, M.Pd.
Tim Penyusun:Anisatul Laila NIM 2031719032
Nur Baiti Jannah NIM 2031719031
Rudi Kurniawan NIM 2031719025
INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS
NAHDLATUL ULAMA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
Pasuruan, Maret 2020
KATA PENGANTAR
Kami ucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunianya sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada
bu Firda yang telah membantu kami dalam mencari sumber referensi dalam makalah ini.
Kami membuat karya ilmiah ini karena tugas yang diberikan oleh ibu Dosen
perkembangan Peserta Didik. Walaupun banayak kendala yang kami alami, dari
mengumpulkan data dari banyak referensi dan memikirkan format yang bagus dalam
penulisan, akhirnya makalah yang berjudul “Perkembangan Pranatal” dapat terselesaikan.
Kami menyadari bahwa makalah ini tidak sesempurna dari harapan pembaca. Namun,
paling tidak buku ini dapat menjadi acuan dalam pembelajaran. Kami berharap agar pembaca dapat memberikan masukan dan saran demi kesempurnaan cukup ini. Atas segala hal yang menjadi kesempurnaan buku ini kami ucapkan terima kasih. Dengan harapan dan do’a semoga buku ini bermanfaat bagi pembaca.
Pasuruan, 29 Maret 2020
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………I
DAFTAR ISI……………………………………………......…II
BAB 1 “PENDAHULUAN”………………………………………...1
A. LatarBelakang………………………………………..…1
B. RumusanMasalah……………………………………...1
C. Tujuan………………………………………………………1
BAB 2 “PEMBAHASAN”…………………………………………..2
A. Pengertian Perkembangan Masa Pranatal…………………………………………..................2
B. Tahap-tahap Perkembangan Masa Pranatal…………………………………………..................2
C. Arti Penting Periode Pranatal bagi Perkembangan…………………………………............…4
D. Tahap-tahap Perkembangan Masa Pranatal………………………………………..............…...4
E. Kelahiran………………………………………………..5
F. Pengaruh Kelahiran terhadap Perkembangan Pascalahir……………………………..............................5
SOAL………………………………………………………….7
BAB 3 “PENUTUP”………………………………………………..8
Kesimpulan………………………………………………8
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………9
BAB 1
“PENDAHULUAN”
A. Latar Belakang
Perkembangan kehidupan manusia berawal dari pertemuan sel sperma laki-laki dan sel telur wanita. Pada saat itu, sel sperna pria bergabung dengan sel telur wanita (ovum) dan menghasilkan satu bentuk sel yang telah dibuahi, yang disebut zigot / zygote, yang dalam psikologi islam disebut nuthfah, yaitu air mani yang keluar dari sulbi laki-laki lalu bersarang di rahim perempuan. Dengan demikian dapat dipahami bahwa sel-sel sperma pria dan sel-sel telur wanita pada dasarnya memiliki daya hidup atau energi kehidupan. Karena sperma dan ovum memiliki daya hidup maka ia mampu
menjalin hubungan satu sama lain, sehingga pada gilirannya menghasilkan benih manusia / embrio.Pada hakekatnya manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Proses
perkembangan kehidupan manusia melalui beberapa tahapan. Umumnya, manusia akan
selalu berubah mengikuti proses perkembangan di sekitar kehidupannya, dimulai sejak masa prenatal, masa bayi, lalu tumbuh menjadi seorang remaja, dewasa, dan kemudian meninggal.Masa prenatal merupakan titik awal dari proses pertumbuhan dan perkembangan manusia yaitu di saat manusia belum lahir atau masih berada di rahim ibu. Namun, banyak masyarakat pedesaan pada umumnya cenderung menganggap bahwa permulaan perkembangan psikologis dimulai pada saat anak dilahirkan. Akibat kecenderungan ini, kebanyakan dari mereka tidak melakukan hal-hal yang dapat mempengaruhi perkembangan psikologis anak pada masa prenatal.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan masa Pranatal?
2. Apa perkembangan yang terjadi pada masa Pranatal?
3. Bagaimana perkembangan manusia pada masa Pranatal?
4. Apa arti perting perkembangan Pranatal bagi kehidupan manusia?
5. Apa saja factor yang mempengaruhi perkembangan manusia pada masa Pranatal?
6. Apakah yang dinamakan Kelahiran?
7. Bagaimana tahap kelahiran itu berlangsung?
8. Apa pengaruh kelahiran pada manusia terhadap perkembangan manusia Pascalahir?
C. Tujuan
1. Dapat menjelaskan apa yang dinamakan dengan masa Pranatal.
2. Dapat menyebutkan perkembangan yang terjadi pada masa Pranatal.
3. Dapat menjelaskan bagaimana perkembangan manusia pada masa prenatal.
4. Dapat menjelaskan arti penting perkembangan Pranatal bagi kehidupan manusia.
5. Dapat menyebutkan factor apa saja yang mempengaruhi perkembangan manusia
pada masa Pranatal.
6. Dapat menjelaskan ap aitu Kelahiran.
7. Dapat menyebutkan tahap-tahap kelahiran.
8. Dapat menyebutkan pengaruh kelahiran terhadap perkembangan pascalahir.
BAB 2
“PEMBAHASAN”
A. Pengertian Perkembangan Masa Pranatal
Periode pranatal atau masa sebelum lahir adalah periode awal perkembangan manusia yang dimulai sejak konsepsi, yaitu ovum wanita yang dibuahi oleh sperma laki-laki sampai dengan kelahiran seorang individu. Masa ini pada umumnya berlangsung selama 9 bulan atau sekitar 280 hari sebelum lahir. Dilihat dari segi waktunya, periode pranatal merupakan periode ivid perkembangan manusia yang
paling singkat, perkembangan yang sangat cepat dalam diri individu.Periode pranatal merupakan masa yang mengandung banyak bahaya, baik fisik maupun psikologis. Meskipun tidak dapat diklaim bahwa periode ini merupakan periode yang paling berbahaya dalam seluruh rentang kehidupan, banyak yang percaya bahwa masa anak-anak lebih berbahaya tetapi jelas bahwa periode ini merupakan masa di mana bahaya-bahaya lingkungan atau bahaya-bahaya psikologis dapat sangat mempengaruhi pola perkembangan selanjutnya atau bahkan dapat mengakhiri suatu perkembangan.
B. Tahap-tahap Perkembangan Masa Pranatal
Perkembangan pranatal ialah proses gestasi embrio atau janin manusia sewaktu kehamilan, dari persenyawaan hingga kelahiran. Pada umumnya ahli psikologi perkembangan membagi periode pranatal atas tiga tahap perkembangan, yaitu:
1. Tahap Germinal (germinal stage)
Periode germinal merupakan periode awal perkembangan pranatal yang berlangsung pada 2 minggu pertama setelah pembuahan. Ini merupakan meliputi penciptaan zigot, dilanjutkan dengan pemecahan sel, dan melekatnya zigot ke dinding kandungan. Sekitar seminggu setelah pembuahan, zigot terdiri dari 100 hingga 250 sel. Pemisah sel telah dimulai ketika lapisan dalam dan lapisan luar organisme terbentuk. Blastocyst adalah lapisan dalam sel yang berkembang selama periode germinal. Trophoblast ialah lapisan luar sel yang berkembang selama periode germinal. Sel-sel ini kemudian menyediakan gizi dan dukungan bagi
embrio. Implantation adalah melekatnya zigot ke dinding kandungan, berlangsung sekitar 10 hari setelah pembuahan. Setelah beberapa hari—kira-kira seminggu setelah konsepsi Blastocyst menempel di dinding rahim. Blastocyst yang tertanam di dinding rahim inilah yang disebut embrio.
2. Tahap Embrio (embriyonic stage):Tahap embrio ini dimulai dari 2 minggu sampai 8 minggu setelah pembuahan, yang ditandai dengan terjadinya banyak perubahan pada semua organ utama sistemsistem fisiologis. Ukuran panjangnya hanya sekitar 1 inci, maka bagian-bagian tubuh embrio itu belum sepenuhnya berbentuk tubuh orang dewasa. Tetapi sudah dapat dilihat dan dikenali sebagai manusia dalam bentuk kecil.Pada periode embrio ini, pertumbuhan terjadi dalam dua pola, yaitu:
a. Cephalocaudal, proses pertumbuhan dimulai dari bagian kepala, pembuluh darah dan jantung, bagian-bagian organ tubuh yang paling penting lebih dahulu berkembang daripada lengan, tangan dan kaki.
b. Proximodistal, proses pertumbuhan yang dimulai dari bagian-bagian yang paling dekat dengan pusat badan, yang kemudian ke bagian-bagian yang jauh dari pusat badan.Dalam periode embrio ini, terdapat juga tiga sarana penting yang membantu perkembangan struktur anak, yakni
a. Kantong amniotik, suatu cairan bening tempat embrio mengapung dan berfungsi sebagai pelindung dari goncangan fisik dan temperatur.
b. Plasenta, suatu tempat pada dinding peranakan yang merupakan sarana penghubung antara ibu dan embrio.
c. Tali pusat, adalah suatu saluran lembut yang terdiri atas pembuluh-pembuluh darah yang berfungsi menghubungkan embrio dengan plasenta.Pada periode ini, perkembangan sistem saraf sangat cepat. Hal ini terlihat pada
umur 6 minggu embrio telah dapat dikenali sebagai manusia, namun kepala lebih besar dibandingkan bagian lain. Dan pada umur 8-9 minggu, perubahan janin semakin terlihat jelas. Muka, mulut, mata, dan telinga, sudah mulai terbentuk dengan baik. Lengan dan kaki lengkap dengan jari-jarinya sudah nampak. Organorgan seks juga mulai terbentuk, otot dan tulang rawan mulai berkembang, organ
dalam juga mulai terbentuk, seperti isi perut, hati, pankreas, paru-paru, dan ginjal.
3. Tahap Janin (fetus stage)
Perkembangan periode ketiga dari masa pranatal disebut periode fetus. Periode
ini dimulai dari usia 9 minggu sampai lahir. Setelah sekitar 8 minggu kehamilan,embrio berkembang menjadi sel-sel tulang belakang. Dalam periode ini, ciri-ciri fisikorang dewasa secara jelas mulai terlihat.Pada bulan ketiga, janin yang panjangnya kira-kira 3 inci dan berat kira-kira 3/4ons secara spontan sudah dapat menggerakkan kepala, tangan dan kakinya serta jantungnya mulai berdenyut. Setelah genap berumur 4 bulan, dimana janin telah terbentuk sebagai manusia, maka ditiupkanlah ruh kedalamnya. Bersamaan dengan peniupan ruh kedalam janin, maka ditentukanlah hukum-hukum perkembangannya,seperti masalah-masalah tingkah laku (sikap, karakter, dan bakat), kekayaan, batas usia, dll.
Setelah ruh Allah ditiupkan ke dalam janin, maka pada bulan ke-4 dan 5 ibu sudah merasakan gerakan-gerakan janinnya. Panjang janin kira-kira 4-5 inci, dan pada permulaan bulan ketujuh, panjang janin sudah mencapai 16 inci dengan berat 1,5-2,5 kg. Ciri-cirinya sebagai manusia semakin terlihat, terutama ketika rambut menumbuhi kepalanya, dan mulut mulai menonjol keluar, bergerak-gerak, dibuka
dan ditutup, menelan dan mengisap ibu jarinya. Matanya mulai berkedip dan ia bisa menangis. Pada bulan kedelapan berat janin sudah mencapai kira-kira 2,5-3,5 kg dan lapisan lemak badan mulai berkembang, dimana ini berguna untuk mengatur temperatur badannya setelah kelahiran .
C. Arti Penting Periode Pranatal bagi Perkembangan Pembuahan sel telur oleh sel sperma dianggap sebagai salah satu masa yang
sangat penting dan yang menentukan perkembangan manusia pada periode-periode
berikutnya. Menurut Elizabeth B. Hurlock (1980), ada empat kondisi penting yang
berpengaruh besar terhadap perkembangan individu baru di masa datang, yakni:
1. Penentuan sifat bawaan, Tergantung pada gen yang diterima oleh zigot dari masingmasing orang tua.
2. Penentuan Jenis Kelamin, bergantung pada jenis spermatozoa yang menyatu
dengan ovum. Bila telur wanita mengandung kromosom X bersatu dengan sperma
pria yang mengandung kromasom Y, hasilnya menjadi kombinasi kromosom XY,yang akan menghasilkan jenis kelamin pria. Dan sebaliknya jika sama-sama mengandung kromosom X, maka akan menghasilkan kombinasi kromosom XX,yang menghasilkan keturunan wanita. Jenis kelamin anak yang ditentukan pada saat pembuahan akan mempengaruhui pola perilaku dan pola kepribadian individu.
3. Penentuan jumlah anak, apakah kelahiran berbentuk tunggal atau kembar. Pada
umumnya peristiwa kelahiran hanya satu anak yang dilahirkan, namun sering juga terjadi kelahiran kembar dua, tiga, empat, maupun kembar lima. Dilihat dari persepktif perkembangan, kelahiran anak tunggal dan kembar jelas memiliki perbedaan yang signifikan, serta mempunyai pengaruh terhadap pola perkembangan sebelum dan sesudah lahir.
4. Penentuan posisi urutan anak, posisi anak dalam urutan saudara-saudaranya
merupakan kondisi yang ditentukan pada saat pembuahan dan mempunyai pengaruh mendasar terhadap perkembangan selanjutnya.
D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Pranatal Selama periode pranatal ini, rahim merupakan lingkungan yang sangat menentukan perkembangan janin. Kondisi rahim ibu itu sangat nyaman bagi janin dan terlindungi dari setiap gangguan. Bukan berarti janin tersebut secara absolut luput dari
pengaruh-pengaruh luar. Sebagian besar proses pertumbuhan janin sangat bergantung
pada kondisi internal ibu, baik kondosi fisik maupun psikisnya. Beberapa faktor yang
mempengaruhi perkembangan prenatal:
1. Kesehatan Ibu, Kesehatan seorang ibu yang mengandung sangatlah penting, karena
itu dapat mempengaruhi perkembangan masa pranatal atau kondisi janin.
2. Gizi Ibu, asupan gizi juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan masa
pranatal. Karena janin yang sedang berkembang sangat tergantung pada gizi ibunya,
yang diperolehnya melalui darah ibunya.
3. Pemakaian bahan bahan kimia oleh Ibu, bahan-bahan kimia yang terdapat pada
obat-obatan atau makanan yang ada dalam peredaran darah ibu yang tengah hamil,
dapat mempengaruhi perkembangan janin. Minuman yang mengandung alkohol,
mengisap rokok oleh wanita hamil juga dapat berdampak buruk bagi perkembangan
masa pranatal, kelahiran dan perkembangan pascalahir.
4. Keadaan dan Ketegangan Emosi Ibu, selama kehamilan juga mempunyai pengaruh
yang besar terhadap perkembangan masa pranatal. Ketika seorang ibu hamil
mengalami ketakutan, kecemasan stres dan emosi lain yang mendalam maka terjadi
perubahan psikologis. Misalnya, ibu yang mengalami kecemasan berat dan
berkepanjangan sebelum atau selam kehamilan, kemungkinan besar akan
mengalami kesulitan medis dan melahirkan bayi yang abnormal dibandingkan
dengan ibu yang relatif tenang dan aman.
E. Kelahiran
Kelahiran adalah sebuah proses pada hewan dan manusia di mana anak akan
dikeluarkan dari badan ibu/induknya.
Tahap-tahap kelahiran, para ahli psikologi perkembangan, membagi proses
kelahiran dalam tiga tahap :
1. Tahap pertama, terjadi kontraksi peranakan 15-20 menit pada permulaan dan
berakhir pada 1 menit. Kontraksi ini menyebabkan leher rahim terentang dan
terbuka. Kontraksi semakin sering 2 hingga 5 menit, intensitasnya juga meningkat.
Dan pada akhir tahap pertama, kontraksi memperlebar leher rahim sekitar 4 inci
sehingga bayi dapat bergerak dari peranakan kesaluran kelahiran.
2. Tahap kedua, kepala bayi bergerak melalui leher rahim dan saluran kelahiran.
Tahap ini berakhir ketika bayi benar-benar keluar dari tubuh ibu. Tahap ini
berlangsung kira-kira 1.5 jam.
3. Tahap ketiga, setelah bayi lahir. Pada waktu itu ari-ari, tali pusar, dan selaput lain
dilepaskan dan dibuang.
F. Pengaruh Kelahiran terhadap Perkembangan Pascalahir
Beberapa kondisi yang menimbulkan pengaruh kelahiran terhadap
perkembangan pasca lahir, diantaranya:
1. Jenis kelahiran, merupakan kondisi pertama yang menyebabkan kelahiran dapat
mempengaruhi perkembangan pascalahir. Secara umum kelahiran dapat dibedakan
atas:
a. kelahiran spontan atau normal, dengan peralatan, sungsang, melintang, dan
melalui pembedahan caesar. Bayi yang lahirkan secara spontan biasanya lebih
cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya dibanding dengan bayi
yang mengalami proses kelahiran yang lama dan sulit, serta menggunakan alat
atau pembedaan.
b. Kelahiran dengan dibantu alat, apabila proses kelahiran tidak dapat dilakukan
karena suatu kondisi tertentu maka dokter harus menggunakan suatu alat bantu
seperti vakum atau forsep. Persalinan dengan alat bantu vakum (ekstraksi
fakum) dilakukan dengan menggunakan cup penghisap untuk menarik bayi
keluar secara lembut. Sedangkan persalinan yang dibantu dengan forsep adalah
persalinan yang dibantu dengan alat yang menyerupai sendok yang terbuat dari
logam. Persalinan ini dilakukan pada saat Sang ibu sedang mengalami
Hopertensi atau penyakit jantung.
2. Pengobatan Ibu, Semakin banyak obat yang diberikan kepada ibu saat melahirkan,
semakin lama dan sulit bayi menyesuikan diri dengan kehidupan pascalahir.
3. Lingkungan Pralahir, kondisi dalam lingkungan pralahir yang menghalangi
perkembangan janin, akan lebih banyak mengalami kesulitan pada saat lahir dan
penyesuaian pascalahir dibandingkan dengan kondisi lingkungan yang nyaman 4. Jangka waktu periode Kehamilan, Periode kehamilan 38 minggu/ 266 hari, namun
hanya sedikit bayi yang lahir tepat pada waktunya. Ada kalanya bayi lahir lebih
awal (prematur), dan ada kalanya bayi lahir lebih lama (postmatur). Bayi prematur
dianggap sebagai bayi yang beresiko tinggi dan cenderung memperlihatkan gejala
perkembangan yang berbeda dengan bati yang lahir tepat waktu atau lebih lambat.
Bayi postmatur biasanya lebih cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan
pascalahir dibandingkan dengan bayi usia normal sekalipun, dan bagi bayi yang
prematur sebaliknya.
5. Perawatan Pascalahir, bayi yang mendapat perhatian dan perawatan dengan baik
cenderung lebih waspada, lebih aktif dan lebih tanggap terhadap rangsangan luar
dibanding dengan bayi yang kurang mendapat perawatan.
6. Sikap Orang tua, hubungan baik orang tua-anak akan dapat membantu bayi dalam
penyesuaian dengan lingkungan baru setelah lahir. Misalnya, seorang ibu yang
tenang sebelum dan sesudah melahirkan, akan menghasilkan lebih banyak air susu,
dibandingkan dengan ibu yang tegang. Kondisi ini membantu bayi dalam
penyesuaian diri dengan cara makan baru yang dilakukan melalui penghisapan
puting susu ibu. Dan seorang ayah juga dituntut berpartisipasi dalam persalinan anak
Soal :
1. Kapankah kehidupan manusia dimulai?
2. Terangkan tentang mitos tahayul terhadap ibu yang sedang mengandung!
Penyelesaian :
1. Secara psikologis, kehidupan manusia dimulai pada saat janin mulai bereaksi terhadap
ransang-ransang dari luar. Reaksi ransang dari luar telah dimulai sangat awal. Namun
jika ditinjau dari biologis, kehidupan dimulai saat terjadinya konsepsi atau pembuahan,
yakni bersatunya sel telur dan sel sperma di dalam rahim.
2. Mitos tahayul pada seorang ibu yang sedang hamil
a. Melakukan hubungan seksual ketika hamil akan menyakiti Janin
Hal ini adalah mitos, faktanya untuk kehamilan yang sehat, berhubungan seksual
tidak akan menyakiti janin. Kantung amniotic serta otot Rahim cukup kuat dalam
melindungi janin. Penetrasi penispun tidak akan menyakiti buah hati.
b. Jangan menjahit baju, nanti bibir bayi sumbing
Hal ini pun juga tidak ada hubungannya sama sekali. Bibir sumbing pada bayi
disebabkan oleh infeksi virus. Jadi, tidak ada hubungannya dengan menjahit baju,
c. Harus berhenti olahraga saat hamil
Pada dasarnya, ibu hamil justru dianjurkan untuk banyak beraktifitas, namun tetap
dalam kemampuan ibu hamil. Seperti, yoga, ja;lan pagi, dan senam. Namun ibu
hamil perlu melakukan konsultasi pada dokter apabila ibu memiliki riwayat
penyakit tertentu sebelum sebelum melakukan olahraga.
d. Ibu hamil tidak boleh dekat-dekat dengan kucing
Perempuan yang sedang hamil masih diperbolehkan dekat dengan kucing, namun
harus tetap berhati-hati karena pada kotoran kucing terdapat beberapa parasite
seperti Toxoplasmosis yang dapat membahayakan janin.
e. Mengonsumsi duruan, nanas, dan air kelapa dapat menggugurkan kandungan
Sebenarnya, mengonsumsi buah-buahan diatas masih diperbolehkan, asal dengan
ukuran yang tidak berlebihan. Bahkan, kandungan dalam durian (organosulfur dan
triptofan) dapat menjadi anti oksidan, anti bakteri, dan anti jamur.
f. Potong rambut pada saat hamil akan menyebabkan bayi lahir cacat
Sekali lagi, ini tidak ada hubungannya sama sekali. Kecacatan pada bayi dapat
disebebkan gen, virus, dan bakteri. Dan memotong rambut bukan salah satunya
BAB 3
“PENUTUP”
KESIMPULAN
Periode pranatal merupakan periode awal perkembangan manusia yang dimulai sejak
konsepsi, yaitu ovum wanita dibuahi oleh sperma laki-laki sampai dengan kelahiran seorang
individu. Masa ini pada umumnya berlangsung selama 9 bulan atau sekitar 280 hari sebelum
lahir. Dilihat dari segi waktunya, periode pranatal merupakan periode perkembangan manusia
yang paling singkat, tetapi justru pada periode inilah dipandang terjadi perkembangan yang
sangat cepat dalam diri individu.
Dan dapat dipahami bahwa sel-sel sperma pria dan wanita pada dasarnya memiliki daya
hidup atau energi kehidupan, yang kemudian mampu menjalin hubungan satu sama lain,
sehingga pada akhirnya menghasilkan benih manusia. Itu sebebnya periode pranatal ini harus
diperhatikan, karena perkembangan dan kehidupan manusia dimulai dari periode pranatal.
DAFTAR PUSTAKA
DESMITA, Psikologi Perkembangan. Bandung ; Remaja Rosdakarya, 2007
ELISABETH, Psikologi Perkembangan, Jakarta ; Penerbit Erlangga, edisi kelima